Pages

Sunday, December 6, 2009

Dark Spring Fairy : Beautiful


I don't usually like this kind of thing, kinda "dark" for my own taste, even though it's colourful but it's still "dark" enough for me :p

But this one.. just captured my heart since the first time I found this pic..

Maybe it's her eyes, her big gleamy eyes that are staring at me as if she wants to say this to me, "I am something beautiful even though I might not look like the one you usually see.."

Oohh geez.. I'm imagining things again, ahahaha :p

~.*.~


Sekarang masuk ke subtopik dari judul ini yaitu mengenai kecantikan itu sendiri.

Disadari atau ngga, image cantik yang udah terekam di otak (kebanyakan dari) kita itu sedikit banyak udah dipengaruhi oleh pesan sponsor yang kita dapatkan dari bombardir iklan produk2 kecantikan baik di televisi, radio ataupun majalah2 kecantikan.

Yang masuk dalam kategori "cantik" adalah mereka yang bertubuh langsing, berkulit putih and tinggii semampai.

Yang ngga masuk kriteria di atas, maap yaa.. kalian ngga masuk kategori "cantik", huahahaha.. *tawa_ironis.com*

Tapii.. benarkah demikian?

Masa sih "cantik" itu hanya sedemikian "dangkal"-nya definisinya?

Apa kabar dengan inner beauty yaa?

Cause beauty ain't always just about what our eyes see.

There is something more.. within..

Sesuatu yang mungkin ngga bisa langsung dilihat oleh mata jasmani kita karena diperlukan mata lainnya untuk bisa mengenali "kecantikan" itu sendiri, yaitu.. mata hati..

I always believe bahwa setiap makhluk ciptaan Tuhan itu pasti beautiful, tinggal mau atau ngga kita menggalinya karena ngga setiap makhluk itu punya "kemasan" luar yang eye-catching, yang menarik secara visual dan sometimes kita harus menggali (lebih dalam) lapisan demi lapisan untuk menemukan the "beauty" of that person.

Sebenernya dengan melatih diri untuk menemukan kebaikan dalam diri orang lain itu adalah latihan yang bagus untuk diri kita juga karena kita jadi belajar untuk menghargai kebaikan dalam diri seseorang and ngga melulu hanya fokus pada sisi buruknya aja.

And makin lama gua juga belajar kalo gua perlu membuat definisi sendiri akan berbagai macam hal yang penting dalam hidup gua, karena disadari apa ngga, yang terpatri di otak gua selama ini adalah hasil penyerapan secara ngga sadar akan apa yang selama ini gua liat, gua baca and gua denger dari orang2 di sekitar gua.

Belakangan gua makin menyadari.. gua perlu untuk menanyakan ke diri gua sendiri.. apa gua setuju akan pendapat yang umum berlaku itu? Bagian mananya yang gua setuju? And kenapa gua setuju ama pendapat ituu?

Terutama untuk hal2 yang penting macam "kebahagiaan", ermm.. apalagi yaa? Ahahaha.. kayanya untuk sementara itu yang paling penting dhe :p

Soalnya kebahagiaan itu relatif sifatnya boo..

Kalo gua hanya ngikutin definisi orang lain, lhaa? Kita khan beda prioritas.. apa yang penting buat mereka, mungkin bukan merupakan hal yang penting buat gua.. so itu hanya akan menjadi perburuan yang sia2 aja karena gua sibuk "mengejar" sesuatu yang sebenernya yaa ngga penting buat gua..

Makanyaa.. penting untuk mulai mendefinisikan apa sih arti "kebahagiaan" buat gua.

Balik ke soal kecantikan.

Hearing people say that you're beautiful itu pastilah sesuatu yang menyenangkan yaa, ngga muna aahh.. siapa seeh yang ngga senang dibilang cantik, ahahaha :p

Tapii..

I don't know..

Menurut gua penting untuk merasakan itu dari dalam hati kita sendiri and ngga mendasarkan "image" kita akan diri kita itu akan pandangan orang lain ke kita.

No matter what they sayy.. we need to be able to say to ourselves that we are beautiful.

We need to believe that by ourselves in our hearts, kalo ngga kata2 pujian dari orang lain itu hanya akan menjadi kata2 yang ngga mempunyai makna untuk kitaa..

Atau parahnya lagee.. kita akan "ketagihan" untuk terus mendengar kata2 itu dari orang lain untuk menyuntikkan rasa self-worth dalam diri kita, uhmm.. ini bukan sesuatu yang bagus sih kalo menurut gua :)

Berita baiknya adalaaahh..

Setiap orang bisa memiliki inner beauty.

Ketika kecantikan fisik, like it or not, akan memudar seiring dengan berlalunya waktuu.. your inner beauty justru akan semakin mekar dari waktu ke waktu, asaaaall.. jangan lupa untuk selalu memupuknya dengan kebaikan dan cinta.

It might take more time to grow but in time.. it will glow and the shines will be even more brighter than your outer beauty ;)

Jadi mari kita tutup postingan kali ini dengan sepenggal lirik lagu dari Christina Aguilera dari lagunya yang berjudul "Beautiful"..

I am beautiful no matter what they sayy.. Words can't bring me doooowwwnnn.. We are beautiful in every single wayy.. words can't bring us doooowwnn..

Eehh.. kalo ngga salah sih kurang lebih githu dhe liriknya, ahahaha :p

Well.. isn't it true?

Words can't and shouldn't bring us down and the only way to do so adalah dengan mempunyai landasan yang "benar" dalam memandang diri sendiri, bukan begitu? ;)

And seperti kata fairy di atas, "I am someone beautiful even though I might not look like the one you usually see!"

*dear my dark spring fairyy.. I'm on my way there, just keep saying those words in my head until I've finally arrived "there" with you, okay?*

Have a lovely day everyone and keep your inner shine glow even in the darkest time of your life ^o^

(eehh.. bukannya justru di tengah kegelapan even the smallest light itu lebih "bermakna" and terasa terangnya khan dibanding harus bersaing dengan mataharii? Ahahahaha :p)

-Indah-
December 4, 2009 (12:05 pm)
December 5, 2009 (12:02 pm)

Friday, December 4, 2009

Ketika saya mulai 'gila'....

Jika Mbak G sudah dilanda kebosanan bermain Pet Society (PS) maka tidak demikian dengan saya.Sampai detik ini saya masih bangga mengaku sebagai salah seorang penggila permainan yang terus terang menyita banyak waktu saya untuk berada di depan komputer atau laptop ini.Saya selalu tergila-gila dengan PS,menggilai atau bahkan saya sudah mulai gila benaran gara-gara game ini.

Ya,saya gila kata teman saya.Karena demi barang-barang di PS saya rela melakukan suatu hal yang tak lazim.Suatu waktu,saya punya ide 'gila'.Semua bermula saat saya melihat di rumah pet teman-teman saya sudah mulai banyak barang-barang Natal seperti Pohon Natal,Baju Natal dan semua asesorisnya dari edisi Xmas tahun lalu.Barang-barang yang mungkin bisa saya dapatkan di edisi Natal tahun ini atau bahkan bisa saya dapatkan dengan trade di forum,karena begitu menggodanya barang-barang jadul tersebut dan saya tidak pernah tertarik gabung di forum maka....jreng...jreng...jreeeng....muncullah ide yang saya anggap wajar namun'gila' bagi teman saya tersebut.Saya rela menukar Xmas Stuff tersebut dengan batik tulis katun koleksi saya yang selama ini saya kumpulkan dari bermacam daerah!!

Mungkinkah baru saya orang yang mau menukar batik(barang real) dengan barang-barang PS (dari dunia maya)??Kikikikikikik.....geli juga sih....tapi namanya juga cinta....apapun pasti kan dilakukan! Hidup Pet Society!!

Thanks to Mbak G yang sdh bersedia mewujudkan ide'nyeleneh'saya :)

Game is Life, Life is Game

Sejak kecanduan main game pertama kali dalam sebuah aplikasi game di Facebook, Pet Society, Maret 2009 lalu, jadwal rutin keseharian saya berubah. Walaupun tak terlalu signifikan. Pet Society menarik saya, juga gamers yang lain, yang kebanyakan perempuan (bukan bermaksud untuk stereotipe, bias atau lainnya), ke dalam dunia pet yang lucu, menggemaskan dan indah. Seperti naluri perempuan lain yang juga gamers, adalah wajar jika ketertarikan pada game ini menjadikannya seperti oase saat begitu lelah dan bosannya terhadap rutinitas rumah tangga, kerja atau rutinitas lain. Sehingga, dalam sehari, saya seperti merasa ada yang hilang jika tidak bermain dan mengunjungi clicka, pet saya.

Walaupun mengajarkan gamersnya untuk konsumtif dan materialistik serta agak rakus, namun saya lebih menikmati aplikasi ini ke sisi positifnya; mendesain ruangan, memilih barang, kebersamaan dengan sesama pet, berkunjung, malah mengenal teman pet dari tempat lain di dunia ini. Inilah yang sangat saya nikmati. Saya jadi tahu tingkah laku para Pet Mania. Ada yang lucu, ada yang hingga bisa mengobrak abrik kode-kode game ini dan, misalnya, mencipta mesin curang agar bisa membuat petnya kaya dengan cara gampang. Ada yang ketika pertama kali kenal dan main bersama, langsung minta diberikan barang. Atau tukaran barang satu sama lain. Belum melihat-lihat ruangan para pet yang dikunjungi, malah mengagumi betapa pet mania ini sangat kreatif dalam merias ruangan atau mendandani petnya. Ada bermacam ide lahir dari lobuslobus dan dendrid mereka yang ribuan itu.
Hingga kini, saya memang mengeluhkan karakter game ini yang sangat demanding: waktu, energi, sampai rela mengorbankan tubuh dan hubungan dengan anggota keluarga lain. Sampai suami sering protes atas hobi yang menular kepada anak saya ini. Tetapi anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Saya terus bermain. Tetapi saya harus punya dasar untuk bermain. Saat mengerjakan salah satu tugas, saya mendapatkan apa yang saya cari. Namun bukan ini yang menjadi alasan pembenaran saya bermain game.

Di salah satu buku yang menjadi rujukan tugas tersebut, saya tertegun ketika dalam bukunya "The Ascent of Man", Jacob Bronowski berpendapat bahwa, seluruh ilmu, semua pemikiran manusia adalah sebuah permainan. Beliau meneruskan bahwa pemikiran abstrak atau ekses dari permainan adalah “neoteny of the intellect”(kematangan intelektual), di mana manusia dapat melanjutkan aktifitasnya tanpa tujuan yang harus dilaksanakan (hewan lain bermain hanya ketika mereka masih muda). Aktifitasnya ini adalah dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk merancang rencana dan strategi jangka panjang di masa depan.

Bronowski pernah bekerja sama dengan John von Neumann, seorang ahli matematika yang membawa matematika kedalam ilmu sosial dan menjadi sahabatnya hingga Neumann meninggal. Saat dalam sebuah taksi di London—salah satu tempat favorit Neumann berbicara tentang matematika—ia bercerita pertama kali mengenai bukunya yang berjudul “Theory of Games”. Tertarik oleh buku ini, Bronowski bertanya, “maksud anda, teori tentang game itu adalah seperti permainan catur?””Tidak”, jawabnya. “Catur bukan sebuah permainan. Catur adalah bentuk yang sangat tepat mewakili komputasi. Kita tidak akan bisa menjawab pertanyaan, tetapi dalam teori harus ada solusi, sebuah prosedur tepat pada posisi tertentu. Permainan yang sesungguhnya, katanya, tidak seperti itu sama sekali. Kehidupan sesungguhnya juga tidak seperti itu. Kehidupan sesungguhnya penuh dengan kebohongan, penuh dengan taktik untuk berbuat curang, penuh dengan pertanyaan pada diri apakah yang orang lain pikirkan apa yang akan saya lakukan. Dan itulah yang saya maksudkan dengan permainan dalam teori saya”.

Inilah betapa seorang Neumann melihat hidup dan kehidupan adalah permainan, serta betapa permainan adalah sebuah kehidupan. Meski mereka berada pada tataran dan dimensi yang berbeda. Walaupun, sekali lagi,bukan sebuah pembenaran untuk menjustifikasi kegemaran kami para lady gamers (hahaha...abis, kalau mau menerjemahkan ke pemain perempuan jadi rancu ah...)untuk bermain....