Pages

Wednesday, February 17, 2010

Kelopak-Kelopak Mawar Berserakan

Gadis kecil itu duduk terpaku di sudut ruangan kamarnya, yang hanya diterangi oleh sebuah lampu yang bersinar redup berwarna merah, memegang sebilah pisau bersimbah darah. Matanya nanar menatap sesosok tubuh yang ambruk di hadapannya, tubuh besar dengan mulut berbau alkohol. Mati dengan tusukan pisau di sekujur tubuhnya.

Perempuan itu tersentak dari tidurnya, mimpi-mimpi buruk itu selalu datang dalam tidurnya, seperti tak pernah mau pergi. Sebagai seorang hakim terkenal yang selalu memenangkan kasus2 orang yang tertindas. Hakim hebat bertangan dingin yang tak kenal ampun terhadap orang-orang jahat yang melakukan kekerasan terhadap anak kecil dan perempuan. Tak seorang pun pernah tau latar belakang hidupnya. Semua sudah terkubur dengan rapih dan tak ada yana bisa menariknya keluar. Dia adalah orang berbeda dengan gadis kecil berumur 8 tahun, yang ditemukan orang di sebuah gang sempit dengan tubuh penuh luka bekas siksaan pada suatu malam, 27 tahun yang lalu.

Tak ada yang pernah tau, dari mana gadis kecil itu berasal. Hanya sesosok gadis kecil denga tatapan mata yang kosong tapi sarat dengan pernderitaan. Tak ada yang pernah tau betapa gadis kecil itu melewati hari-harinya dengan berbagai siksaan fisik dan mental yang luar biasa. Gadis kecil itu selalu melihat ayahnya pulang dengan mata merah dan mulut yang berbau alkohol, mencaci maki semua orang yang ada di rumah, menganiaya ibunya yang hanya bisa menumpahkan kesedihan dengan berlinang air mata.

Tidak hanya berhenti sampai disitu. Ketika malam menjelang, ayahnya memasuki kamar si gadis kecil yang seharusnya dia peluk dan dia lindungi dari kekejaman dunia, si ayah malah memeluknya dengan nafsu binatang dan mencabik pakaian si gadis kecil itu, lalu menimpanya dengan tubuhnya yang besar dengan kasar. Semua itu berlangsung hampir setiap hari,setiap malam…

Hingga pada suatu malam, si ayah pulang dengan keadaan yang lebih parah dari biasanya. Ketika sudah tidak ada lagi barang yang dapat dijualnya untuk kepentingan dia, langsung dia menghajar si ibu yang sudah terkapar lemah,membuat si ibu tambah tak berdaya hingga tak sadarkan diri, semua berlangsung sangat cepat dan berada di depan mata si gadis kecil itu.

Setelah selesai dengan istrinya, si ayah hendak melampiaskan emosinya ke gadis kecil yang seharusnya masih belum waktunya menghadapi kejadian yang menyakitkan seperti ini. Dia masuk ke kamar si gadis kecil dan langsung menyerbu ke ranjang tempat si gadis kecil itu berbaring sambil ketakutan. Ketika ayahnya mendekat ke dirinya dan menjatuhkan diri ke atas tubuh gadis kecil itu, si gadis kecil menarik sebilah pisau yang sudah dia persiapkan untuk melindungi dirinya. Dia tancapkan pisau itu, ke tubuh orang yang merampas masa kecilnya, yang membuat hidupnya seperti di atas api neraka. Tubuh itu ambruk menimpa tubuhnya. Setelah dapat membebaskan diri dari tubuh besar itu, dia tancapkan lagi pisau itu berulang-ulang ke tubuh besar itu..berulang-ulang hingga tak ada lagi tenaga yang tersisa, berulang-ulang tanpa ada seorangpun yang menghentikannya. Sampai kelelahan yang mebuat ia berhenti.

Semuanya selesai… semuanya gelap…

12 comments:

Irene said...

Minggu ini punya cerita...lega dehhhh..;))

Mudah2an berkenan..

g. siahaya said...

Ooohhh.... ooohh... membayangkan darah yg berceceran dimana-mana... Syereeemm... Irene ini masih bersambung kan? ;)

Selamat datang calon penulis novel pembunuhan, hihi... *klo saya cukup melahirkan dan membunuhi blog2 aja deh*

emmanuellykeisa said...

mbak Irene,,,,serem ngebayangin darah dimana-mana...

doh, si gadis kecil itu, malang nian nasib nya ya...tapi dia begitu berani mengambil tindakan. selamat melanjutkan ya..

Irene said...

Ge...hihihi...gak cuma blog lho..hiiiii....;))

Kei...thanks...

Lie said...

tuh kan Ren..kamu bisa...hiiiiiiiiiii...seyeeeeeeemmmm...

ami said...

adooooh ren. kamu pinter amat siii bikin cerita ngeri begini. top ren, bener2 merinding aku bacanya

Irene said...

Lie..hihi... butuh 2 minggu tapinya,kalo satu minggu gak jadi tuh...;))

Ami... thanks banget ya...;))

Indah said...

Pertama2, Ren, I lovee judul cerpennya, sounds romantic ^o^

*untung gua baca komentarnya terlebih dulu so kaga baca nih postingan malam2, huahahaha.. ngeri euyy!*

Keduaa.. hiks hikss.. gadis kecil, hiks hikss.. kenapa kamu harus mengalami semuanya itu?! Padahal seharusnya masa kecilmu diisi dengan hal2 yang menyenangkan dan membahagiakan :'(

Ketigaa.. Bu Hakim.. ngga terbayangkan penderitaan dirimu selama 27 tahun setelah peristiwa berdarah itu, hiks..

Btw, penasaraaann.. apa yang terjadi dengan sang ibu?!

oh well.. sang bokap jelas salaahh.. tapii.. gua juga blame si ibu yang tetep stay in that kind of marriage, huhuhu..

Komen terakhir.. kereeenn, Ren!! ;)

*sori yaa komennya kepanjangan :p*

Winda said...

irene...huhuhuuuuu...coba kalo bikin cerpen horor kaya gini, atau kaya punya skunyos dikasih peringatan di awal supaya jangan baca malem-malem...huaaaaa....
bisa juga bikin cerita tragedi berdarah gini, ren...hebat...

Winda said...

eh, salah...maksudku kaya cerpen keisha...hiaaa...lagi pada kenapa sih minggu ini, pada bikin cerita serem....hukhukhuk....aku penakut kelas berat niiih.....

Irene said...

Indah...hihihi..judulnya keinget sama bunga mawar di pet..terus ceritanya ngikut deh..

Waktu bkin cerita sih,aku mau nglempar pertanyaan jg tuh, salah gak ya tuh anak. secaraq bapaknya gila banget... puas juga tuh,pas bikin adegan nusuknya..hehehehe..sadis ya...

Irene said...

Indah..hohohoho...kan ini bukan hantu.. cuma bapak yang jahat banget..;))

Dear all..thanks..