Pages

Monday, December 21, 2009

makna hari ibu? (sebuah omelan lagi)

saya memilih menyebutnya sebagai hari perempuan indonesia, sebab tidak semua perempuan itu ibu2 atau isteri saja, tetapi setiap ibu2 dan isteri sudah pasti perempuan.

sekali lagi harus ditekankan bahwa hari ibu di indonesia bukanlah semacam mother’s day yang diperingati di dunia barat sana yang dipengaruhi oleh kebiasaan memuja dewi Rhea yang dianggap sebagai ibunda para dewa-dewa Yunani kuno tsb., hari ibu di indonesia yang jatuh pada tanggal 22 desember memiliki makna sejarah yang jauh lebih besar dari sekedar memberikan selamat kepada bunda tercinta dengan kecupan di pipi dan hadiah, bukan itu! kalau hanya untuk itu lakukanlah pada hari ulangtahun para ibu2 tersebut! hari ibu di indonesia adalah sebuah peringatan ttg semangat dan perjuangan perempuan-perempuan indonesia– apakah ia seorang ibu, seorang isteri, atau yang belum menjadi ibu, tidak akan pernah menjadi ibu, dan bukan seorang isteri–dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini.

karena itu, sebagai seorang perempuan indonesia yang bukan seorang isteri maupun seorang ibu, saya protes keras dengan bergesernya makna hari ibu menjadi begitu sempit, hanya untuk ibu2 dalam pengertian yg sudah menikah dan punya anak. bukannya saya sentimen terhadap ibu2 loh, hanya saja memang sudah salah kaprah kok.

kutipan dari wikipedia ttg hari ibu ini patut dicermati:

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

lalu cermati pula apa yang terjadi kini:

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.


Please dong deh, kembalikan esensial hari ibu yang sesungguhnya untuk kaum perempuan indonesia, jangan mereduksinya sedemikian rupa sehingga sampai merasa perlu ada instansi pemberdayaan perempuan yang ternyata tak berdaya, karena ya yang macam ini tadi, sesuatu yang cakupannya luas dipersempit sehingga menjadi kehilangan esensi dan “jati diri” pergerakan itu sendiri.

11 comments:

eka wijayanti said...

Nah, ini dia! Saya juga menggelisahkan hal yang sama. Pengertian Ibu, bukan melulu yang sudah memilik anak. Tapi lebih pada mengayomi. Menurut saya, semua perempuan yang sudah cukup matang, adalah Ibu bagi sekitarnya.
Hanya saja, perihal ini, sudah lama saya maklumi saja.

Winda said...

yo wis, G...jangan ngomel melulu....wkwkwkwk....yang penting kalau hatinya seorang ibu pasti keluarnya perangai seorang ibu, kaya yang dibilang eka, ibu bukan melulu yang sudah memiliki anak, tapi lebih pada mengayomi....
arti yang luas dipersempit hanya demi sebuah seremonial belaka...
aku punya temen di FB anak SMA yang rutin setiap minggu membantu sebuah panti asuhan khusus bayi terlantar di Bandung....pantas kan dia dibilang seorang Ibu? Yang gak setuju, acung coba!! ^_^

G said...

Harusnya ada gerakan kembali ke makna yg sesungguhnya dong... itu kan hak kita sebagai perempuan untuk dilihat secara utuh, bukan hanya sebagian2 saja. Harus mulai secara sadar kita mengumandangkannya, karena bnyk yg tidak tahu, terutama anak2, krn mrk taunya hari ibu = mother's day ala bule, maka jadilah hari ibu mirip2 dengan hari valentine, ngasih kartu, sun pipi kiri kanan, ngasih kado, dinner khusus.. yah ampuuun...

ami said...

wakakaka pemberdayaan yang tidak berdaya.
setahuku memang tanggal 22 des di indo diperingati sebagai hari ibu lebih pada makna perempuan dan perannya di dalam masyarakat. aku inget banget, papa pns jadi mama dharma wanita, tgl 22 itu peringatannya ya itu tadi bukan mother's day seperti yang di barat

G said...

Sama loh, ayah saya juga pns jadi ibu saya dharmawanita, dan mama juga cerita bhw hari ibu kalau jaman dulu acaranya ya pawai, rapat2 dan pembicaraannya mmg untuk kesejahteraan perempuan. atau skrg ini (belakangan) ini yg hari ibu jadi lebih mirip mother's day? kirim2 kartu, hadiah, dsbnya itu ya? soalnya saya lihat sebagian besar sih seperti itu mmg bentuk perayaannya.

ami said...

pengalamanku, yang menjadikan salah kaprah hari ibu di indo sama dengan di barat adalah di sekolah taman kanak2. itu yang terjadi pada anak2ku. tk2 jaman sekarang memaknai tg 22 des adalah hari untuk menyampaikan ucapan sayang dan terima kasih kepada para ibu. mungkin kalau ingin peringatan seperti itu ya jangan tg 22 des ya, tapi disesuaikan aja waktunya dengan yang di barat, kalau ngga salah pertengahan tahun ya. eeeh ini kali tugas kementrian pemberdayaan yang tidak berdaya supaya menjadi berdaya ya G, wahaha

-Indah- said...

Ohh.. wooww.. gua malah baru tau soal makna hari ibu versi Indonesia dari postingan ini!

Makanya gua selalu mikirr.. kok Indo rada pilih kasih yaa.. Mother's Day diadopsii.. kenapa Father's Day ngga ada kabarnya :p

Ternyata oh ternyataa.. emang beda toh..

Anonymous said...

hmm...sebenernya qlo mo ikutin hari ibu seperti yg uda salah kaprah belakangan ini... aku sendiri bingung..ibu seperti apakah yg pantas untuk diberi ucapan selamat hari ibu? apakah ibu yang meninggalkan anaknya? apakah ibu yang tidak mengganggap anaknya sebagai anak? apakah ibu yang tidak pernah membesarkan anaknya? apakah ibu seperti itupun pantas diberi ucapan selamat hari ibu???
*sorry...koq aku agak emosional yaaa... (sorry mom...)

Lie said...

setuju dengan mbG...seharusnya yg di peringati bukanlah hari ibu, melainkan semua wanita indonesia... :)

Irene said...

yupz!! pengertian Ibu adalah perempuan yang hebat yang ada di sekitar kita...

Skunyos said...

Selalu dpt insight baru dari artikelnya mbak G :)

ah saya jadi merasa tersindir, krn terus terang sampe pagi ini saya memaknai hari Ibu ya kalo perempuan itu udh punya anak... Heeem, sudah melihat esensi hari ini plus memandangnya secara utuh :)
Thank u!