Pages

Saturday, January 16, 2010

Malam Ini Aku Ingat Papaku

iTunes is playing Father And Son by Boyzone

It's not time to make a change
Just relax take it easy
You're still young that's your fault
There's so much you have to know

Find a girl, settle down if you want you can marry
Look at me..i am old but i am happy

I was once like you are now
And i know that's not easy
To be calm when you've found something going on

But take your time think a lot
Why think of everything you've got
For you will still be here tomorrow
But your dreams may not

How can i try to explain
Cause when i do he turns away again
It's always been the same same old story

From the moment i could talk
I was ordered to listen
Now there's a way and i know that i have to go

It's not time to make a change
Just sit down take it slowly
You're still young that's your fault
There's so much you have to go through

Find a girl settle down if you want you can marry
Look at me..i am old but i am happy

All the times that i've cried
Keeping all the things i know inside
It's hard but it's harder to ignore it

If they were right i'd agree
But it's them they know not me
Now there's a way i know i have to go

Papaku adalah contoh sosok paling bersahaja yang pernah kukenal seumur hidupku. Sahaja dalam tindakan maupun ucapan.
Entah mengapa malam ini aku teringat padanya. Jarakku tak jauh darinya. Namun aku merasa rindu padanya malam ini.
Kalau kalian fikir hanya tinggal segerak tangan ke arah pesawat telepon dan aku bisa mendengar suaranya. Percayalah, bukan itu yang aku rindukan.
Papaku tak pernah berucap banyak. Kuingat pernah dia berkata 'Jangan terlalu banyak bicara'. Aku masih belia saat itu dan nalarku tak sepanjang aliran sungai untuk dapat mencerna kalimatnya. Dia pun tampaknya tak ada niatan untuk melanjutkan kalimat itu dengan sebuah penjelasan untuk anak bodohnya ini.
Bertahun Papa biarkan kalimat itu menggantung dan sempat tertimbun hal lain dalam ruang otakku. Sampai hari ini aku merasa rindu padanya dan teringat kembali akan ucapannya. Saat lagu itu mengalun lembut membuai mataku mengajak ke peraduan....

All the times that i've cried
Keeping all the things i know inside
It's hard but it's harder to ignore it

'Keeping all the things I know inside'....Tepat seperti itulah Papaku. Tak ada yang pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya. Apakah dia sedang bahagia atau bersedih. Semua sebisanya disimpannya sendiri. Jika kebahagiaan yang menghampiri kami, dia hanya tersenyum dan berucap 'Alhamdulillah'. Tak ada teriakan gembira dan tawa terbahak-bahak. Jika pahit yang tiba pada kami dia hanya diam dan berucap 'Inna lillaahi'. Tak ada ratapan ataupun penyesalan meluncur dari mulutnya. Jika tersakiti hatinya oleh orang lain, dia hanya diam dan istighfar. Tak pernah dia memaki atau menyumpah.

Kadang aku heran, terbuat dari apakah hatinya? Begitu ringannya dihadapi segala sesuatu dalam hidupnya. Seolah tak ada yang dapat membuat hatinya bergejolak emosi apalagi dilanda euforia. Jangan diharap! Sampai akhirnya setahun yang lalu Papa terkena serangan jantung. Kami semua seperti ditampar. Tak ada yang menyangka kalau Papa bisa jatuh sakit tak berdaya. Selama ini bahkan dalam sakit pun Papa tak pernah merintih. Namun kali ini lain. Tentu sangat yang dirasa sakit di dadanya sampai menetes keluar air matanya menahan. Bagaimana mungkin kami tidak melihat gejala awal penyakit Papa? Lihai sungguh Papa menyimpan sakit. Dan kami semua tahu mengapa disimpannya sendiri sakitnya selama ini. Karena Papa adalah Papaku...Papa kami...Yang tidak banyak bicara...Yang tidak pernah mau membuat hati kami susah memikirkannya. Biarlah selama masih bisa disimpannya sendiri, maka tersimpanlah segalanya sendiri dalam dirinya.

Papaku tak akan pernah berubah. Dia akan selalu menjadi Papaku yang bersahaja dalam diamnya. Tapi paling tidak kini aku tahu apa yang harus aku lakukan untuknya. Aku hanya ingin mengajaknya bercakap-cakap. Memancingnya mengeluarkan tawa walau sekilas. Aku tak ingin terlambat. Entah aku atau Papa yang akan pergi lebih dahulu. Yang terpenting waktuku tak terbuang hanya memandang wajahnya dalam diam. Yang terpenting waktuku tak terbuang hanya untuk berkeluh kesah tentang aku, aku dan aku padanya. Aku hanya ingin Papa tahu kalau aku bahagia punya Papa seperti Papa dan mencoba memastikan diri kalau Papa bahagia akan kami, keluarganya.

10 comments:

eka wijayanti said...

Mbak Winda! Bikin orang berkaca-kaca di pagi buta saja!

Devita said...

hikzz.... aku jadi kangen ama papa. aku pindah ke luar pulau dan waktu itu ga peduli bagaimana perasaannya. sekarang saat aku sudh pindah, sulit untuk kembali pulang karena udah kerja. aku cuma bisa telepon menanyakan kabarnya. Dia sering sakit sekarang, entah rindu ama aku atau memang karena sakit. tapi aku berharap aku masih punya kesempatan buat bahagiain dia.

Lie said...

salam buat papamu ya winda... :)

ami said...

mamaku pernah bilang win, sebagai anak kita tidak akan bisa membalas budi baik orang tua langsung pada beliau2nya. yang bisa dilakukan adalah perlakukan anak2mu dengan baik seperti orang tuamu memperlakukan. itulah balas budi kita sebagai anaknya, memperlakukan cucu beliau sebaik mungkin

Winda said...

eka : huehehehee...gara2 malem2 dengerin lagunya boyzone itu tuh....

devita : wuaaah, kamu jauh ya dari org tuamu? sering2 ngobrol yaa...sama mereka....^^

lie : hehehee...aku salamin deh....

ami : waaah, ami, aku kok gak kepikiran kaya gitu ya dulu2? makasih yaaa....^^,

Devita said...

iyaaaaaa.... ^^

Indah said...

Ahh.. jadi kangen ma nih lagu :D

Gimana keadaan Papamu sekarang, Windaa? Masih suka kerasa sakitkah dadanya? Bolehlah sesekali ditanya, siapa tau kini beliau mau berbagi :)

Semoga kalian semua sehat2 aja yaa ;)

Skunyos said...

Terharu....
Mbak.. selagi ada waktu mari masing2 kita berbakti penuh pada orang tua kita....

salam, EKA Skunyos

emmanuellykeisa said...

aku suka bangets sama lagu ini apalagi yang versi duet ronan keating dan jusuf islam..

bener banget, selagi ada waktu...gunakan dengan baik...siap gak siap waktu itu akan datang dimana kita gak bersama.

selamat menikmati waktu2 kebersamaannya ya..

*jadi ingat 8 taon lalu, terakhir bersamanya, gak berasa*

.g. said...

Ah! Ini pasti latihan menulis ttg seseorang yg kamu sayangi ya Winda? Ah, jadi ingat ttg papaku.. yang tidak pernah mengeluh ketika sakit, bahkan waktu sudah parah, hanya minta dipijit saja. Miss him so much.